Jakarta (ANTARA) – Supercar elektrik asal China, Xiaomi SU7 Ultra mengalami permintaan yang cukup rendah jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
CarnewsChina pada Sabtu (31/1) melaporkan bahwa kendaraan ini tercatat hanya berhasil membukukan penjualan sebanyak 45 unit pada Desember 2025. Ini sangat kontras dengan performa puncaknya pada bulan Maret, ketika 3.101 unit terjual.
Dari Maret hingga Agustus, penjualan bulanan secara konsisten berkisar antara 2.000 hingga 3.000 unit. Namun, penurunan tajam dimulai pada bulan September, dengan hanya 488 unit terjual, kemudian turun menjadi 130 unit pada bulan Oktober, jatuh di bawah 100 unit pada bulan November, dan akhirnya menetap di bawah 50 unit pada bulan Desember.
Baca juga: Xiaomi SU7 2026 bukukan 100.000 pesanan awal dalam 15 hari
Xiaomi SU7 Ultra telah diluncurkan pada 27 Februari 2025, dengan harga 529.900 yuan. Kendaraan ini memiliki sistem tiga motor yang dapat menghasilkan daya maksimum 1.548 tenaga kuda, memungkinkannya berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 1,98 detik dan mencapai kecepatan tertinggi 350 km/jam.
Meski penjualan tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis, Xiaomi tetap masuk ke dalam 10 besar industri dengan penjualan 411.837 unit sepanjang tahun, yang mewakili peningkatan 200,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Xioami juga mengungkapkan bahwa target penjualan ambisius Xiaomi Auto sebesar 550.000 unit untuk tahun 2026. Mengingat struktur produk saat ini, permintaan di pasar kendaraan rumah tangga tetap menjadi arus utama.
Baca juga: Xiaomi SU7 terbaru mengalahkan Xpeng P7 dalam uji ketahanan 24 jam
Baca juga: Xiaomi SU7 facelift pre-order Rp550 juta dengan peningkatan fitur
Baca juga: Xiaomi tetapkan target pengiriman 550.000 kendaraan selama 2026
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026











