Jakarta (ANTARA) – Perusahaan otomotif Ford dan Xiaomi dikabarkan telah membantah soal laporan tentang pembentukan usaha patungan untuk memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Klaim tersebut menarik perhatian pada potensi kerja sama antara produsen mobil Tiongkok dan produsen AS di tengah pembatasan peraturan yang sedang berlangsung terhadap aktivitas otomotif Tiongkok di pasar AS.
Dilaporkan Carnewschina pada Minggu waktu setempat, Xiaomi menyatakan bahwa laporan tentang negosiasi dengan Ford mengenai usaha patungan adalah salah karena perusahaan tersebut belum melakukan diskusi semacam itu.
Baca juga: Ford lakukan negosiasi dengan BYD untuk pasokan baterai
Xiaomi juga mengatakan bahwa saat ini mereka tidak menjual produk atau jasa di Amerika Serikat.
Ford mengeluarkan tanggapan serupa, menggambarkan laporan tersebut sebagai sepenuhnya tidak benar dan tanpa dasar faktual.
Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa empat orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa Ford telah mengadakan diskusi awal dengan Xiaomi tentang potensi kerja sama yang dapat mengarah pada produksi kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Baca juga: LG Energy Solution batalkan kontrak baterai Ford senilai Rp108 triliun
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Ford telah berkomunikasi dengan BYD dan produsen mobil Tiongkok lainnya mengenai potensi kerja sama di pasar AS.
Meski demikian, klaim-klaim ini tidak dikonfirmasi oleh kedua perusahaan tersebut.
Pernyataan publik dari para eksekutif Ford sebelumnya telah menyoroti minat pada teknologi kendaraan listrik Tiongkok.
CEO Ford, Jim Farley secara terbuka memuji kendaraan listrik Tiongkok dan mengimpor Xiaomi SU7 untuk penggunaan pribadi.
Baca juga: Ford dan Apple jalin kerja sama dalam perutean untuk F-150 Lightning
Ia juga memperingatkan bahwa pesaing Tiongkok menimbulkan ancaman signifikan bagi produsen mobil Barat dan mengatakan bahwa perusahaan Tiongkok kemungkinan akan memasuki pasar AS.
Lingkungan kebijakan yang lebih luas di Amerika Serikat semakin membatasi produk dan teknologi otomotif Tiongkok.
Pemerintah AS telah mengenakan tarif pada kendaraan impor Tiongkok dan mempertahankan pembatasan pada perangkat lunak dan perangkat keras Tiongkok yang digunakan dalam kendaraan terhubung.
Baca juga: Mahindra – Ford batalkan rencana kerja sama
Para anggota parlemen AS juga telah menyatakan keprihatinan tentang kerja sama antara produsen mobil AS dan perusahaan teknologi Tiongkok, sementara Ford telah menandatangani perjanjian lisensi dengan CATL untuk menggunakan teknologi baterai dalam produksi AS.
Xiaomi memasuki sektor otomotif dengan meluncurkan model kendaraan listrik pertamanya pada tahun 2024, berekspansi dari bisnis elektronik konsumen intinya ke pasar mobil penumpang.
Produsen mobil Tiongkok, termasuk BYD, telah memperluas penjualan di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin, dengan peningkatan produksi lokal di wilayah tersebut.
Penolakan dari Xiaomi dan Ford menegaskan bahwa saat ini tidak ada negosiasi usaha patungan yang sedang berlangsung antara kedua perusahaan untuk produksi kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Baca juga: Ford dan Google kerja sama untuk layanan data berbasis cloud
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026











