Jakarta (ANTARA) – Omoda Jaecoo, anak perusahaan Chery Australia, telah menarik kembali 1.028 unit Jaecoo J7 model tahun 2025 di Australia dengan alasan ada potensi kerusakan rangkaian kabel unit kontrol elektronik pada SUV ukuran menengah tersebut.
Menurut warta Drive pada Senin, varian J7 yang terdampak penarikan kembali dilengkapi dengan mesin bensin empat silinder turbocharged 1,6 liter dan penggerak roda depan atau semua roda.
Jaecoo J7 SHS plug-in hybrid 1,5 liter maupun kendaraan Chery, Jaecoo, atau Omoda lainnya tidak termasuk kendaraan yang ditarik kembali.
Menurut pemberitahuan perusahaan kepada otoritas, penarikan kembali dilakukan karena ada cacat produksi yang bisa menyebabkan rangkaian kabel Unit Kontrol Elektronik bergesekan dengan braket pemasangan mesin dan menjadi rusak.
Perusahaan menyampaikan bahwa masalah itu dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan/atau matinya mesin tanpa peringatan.
“Hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan/atau matinya mesin saat mengemudi dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menyebabkan cedera atau kematian pada penumpang kendaraan dan/atau pengguna jalan lainnya,” kata perusahaan.
Baca juga: Jaecoo J7 PHEV bisa tempuh hingga 88 km dengan baterai saja
Chery Motor Australia selaku perusahaan induk Omoda Jaecoo menyampaikan bahwa pemilik kendaraan yang terdampak penarikan kembali akan dihubungi secara tertulis.
Perusahaan akan meminta mereka menjadwalkan janji temu dengan dealer untuk memeriksakan dan memperbaiki kendaraan mereka tanpa biaya.
Baca juga: Jaecoo luncurkan J7 SHS seharga Ro499 juta
Baca juga: Penyebab masalah mobil listrik yang bisa memicu kebakaran
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026











