Jakarta (ANTARA) – Studi baru yang dipublikasikan di The Lancet Planetary Health menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan tanpa emisi membuat udara menjadi lebih bersih.
Menurut siaran Phys.org yang dikutip oleh Inside Ev pada Minggu (1/2), dalam studi yang dilaksanakan oleh Sekolah Kedokteran Keck Universitas Southern California itu data satelit digunakan untuk mengkonfirmasi bahwa penggunaan mobil tanpa emisi memang berdampak positif terhadap kualitas udara.
Studi itu menggunakan data satelit beresolusi tinggi dari Instrumen Pemantauan Troposfer, yang dapat mendeteksi nitrogen dioksida (NO₂) di atmosfer dengan mengukur bagaimana gas tersebut menyerap dan memantulkan sinar matahari.
Nitrogen dioksida atau NO₂ dilepaskan ketika bahan bakar fosil dibakar. NO₂ dapat memicu masalah kesehatan seperti serangan asma dan bronkitis serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Baca juga: California capai rekor porsi penjualan kendaraan tanpa emisi
Berdasarkan data dari Instrumen Pemantauan Troposfer, para peneliti menghitung rata-rata tahunan tingkat NO₂ dari tahun 2019 hingga 2023 di setiap lingkungan di wilayah California, Amerika Serikat.
Data tersebut disandingkan dengan data dari Departemen Kendaraan Bermotor negara bagian yang mencakup jumlah kendaraan tanpa emisi yang terdaftar di setiap lingkungan. Kendaraan tanpa emisi yang dimaksud meliputi mobil listrik, mobil hibrida plug-in, dan mobil sel bahan bakar.
Berdasarkan hasil studi, tingkat NO₂ di atmosfer turun 1,1 persen untuk setiap 200 kendaraan tanpa emisi baru yang terdaftar di lingkungan California antara tahun 2019 dan 2023.
“Temuan ini menunjukkan bahwa udara yang lebih bersih bukan hanya teori, itu sudah terjadi di berbagai komunitas di California,” kata Sandrah Eckel, Ph.D., profesor madya ilmu kependudukan dan kesehatan masyarakat di Sekolah Kedokteran Keck selaku penulis utama studi.
“Kita bahkan belum sepenuhnya beralih ke kendaraan elektrifikasi, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa transisi California ke kendaraan listrik sudah membuat perbedaan yang terukur dalam kualitas udara yang kita hirup,” ia menambahkan.
Baca juga: PHEV menghasilkan lebih banyak CO2 menurut hasil studi
Baca juga: Penjualan mobil listrik di Korea Selatan naik hampir 50 persen
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026











