China (ANTARA) – China akan menerapkan standar nasional wajib pertama untuk sistem bantuan mengemudi canggih, yaitu “Persyaratan Teknis dan Metode Pengujian untuk Sistem Pengereman Darurat Otomatis pada Kendaraan Ringan”, mulai 1 Januari 2028.
CarNewsChina pada Rabu (28/1) mewartakan bahwa standar nasional baru tersebut mencakup kendaraan penumpang kategori M1 (sedan, SUV, MPV) serta kendaraan niaga ringan kategori N1 (pikap, truk mini, dan sejenisnya dengan berat kotor kendaraan ≤3,5 ton).
Standar nasional yang akan diberlakukan berfokus pada pengguna jalan yang rentan, menambahkan persyaratan pengenalan dan pengujian untuk tiga jenis objek, yaitu pejalan kaki, sepeda, dan skuter.
Menurut standar baru ini, sistem harus mampu memberikan peringatan dan respons pengereman terhadap pengguna jalan rentan yang melintas di jalan pada rentang kecepatan 20 hingga 60 km per jam.
Dalam kecelakaan lalu lintas nyata di China, tabrakan yang terjadi pada kecepatan 60 hingga 80 km per jam memiliki proporsi yang tergolong tinggi.
Secara khusus, tabrakan kendaraan dengan pejalan kaki, sepeda, dan skuter mencakup lebih dari 30 persen dari seluruh kecelakaan lalu lintas kendaraan ringan.
Baca juga: BYD bersiap meluncurkan sistem mengemudi cerdas
Standar nasional yang baru merupakan hasil revisi dari standar nasional China yang sebelumnya bersifat rekomendasi, yaitu “Persyaratan Kinerja dan Metode Pengujian untuk Sistem Pengereman Darurat Otomatis pada Mobil Penumpang.”
Penerapan standar nasional yang baru menandai peralihan sistem pengereman darurat otomatis pada kendaraan ringan dari fitur yang bersifat “opsional” menjadi fitur yang bersifat “standar”.
Sistem pengereman darurat otomatis (Automatic Emergency Braking/AEB) memantau lingkungan berkendara di depan kendaraan secara real-time dengan memanfaatkan sensor seperti kamera dan radar gelombang milimeter.
Sistem ini akan mengeluarkan sinyal peringatan ketika risiko tabrakan terdeteksi, dan secara otomatis mengaktifkan sistem pengereman kendaraan untuk memperlambat laju kendaraan guna menghindari atau mengurangi dampak tabrakan.
Pada tahun 2025, tingkat penerapan sistem AEB pada kendaraan penumpang baru di China telah melampaui 60 persen.
Baca juga: Geely umumkan sistem bantuan mengemudi G-ASD
Baca juga: BMW gandeng Momenta untuk kembangkan sistem bantuan mengemudi AI
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026











