Jakarta (ANTARA) – Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) diwartakan sedang menyelidiki insiden tabrakan taksi otonom yang dioperasikan oleh Waymo, perusahaan milik Alphabet Inc., perusahaan induk Google.
Drive pada Senin mewartakan bahwa berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh NHTSA, insiden itu terjadi pada masa pengantaran anak ke sekolah.
Anak yang tertabrak dilaporkan berlari ke jalan dari belakang sebuah SUV yang parkir sembarangan.
Waymo mengklaim sistem otonom pada kendaraan bereaksi segera setelah anak itu muncul dalam bidang pandangnya, mengerem mendadak, dan memperlambat laju kendaraan hingga sekitar 10 km per jam pada titik benturan.
Insiden tabrakan itu dilaporkan hanya menyebabkan cedera ringan. Anak yang tertabrak dilaporkan bisa berdiri dan menjauh dari lokasi tabrakan.
Baca juga: Zeekr mulai produksi kendaraan otonom untuk Waymo
Waymo mengklaim bahwa pengemudi manusia tidak akan mampu menandingi waktu reaksi sistem pengemudi otomatisnya, dan mungkin melaju dengan kecepatan dua kali lipat pada saat tabrakan.
Segera setelah kejadian, kendaraan juga dilaporkan berhenti, menepi, dan menghubungi layanan darurat.
NHTSA menyelidiki insiden tersebut untuk menentukan bagaimana kendaraan otonom tersebut beroperasi sebelum dan sesudah kejadian, dengan mempertimbangkan kecepatan mengemudi di area yang ramai, dan bagaimana kendaraan tersebut bereaksi setelah tabrakan terdeteksi.
Waymo telah menghadapi kritik berkenaan dengan cara kendaraannya merespons dalam beberapa situasi darurat atau di sekitar kendaraan sekolah.
Baca juga: Waymo jadi taksi otonom pertama yang mendapat izin di New York
Baca juga: Waymo dan Toyota kerja sama kembangkan teknologi mengemudi otonom
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026











